I Care Jurnal Keperawatan STIKes Panti Rapih http://ejournal.stikespantirapih.ac.id/index.php/jurkes en-US jurnalicare@stikespantirapih.ac.id (Bernadetta Eka Noviati,) jurnalicare@stikespantirapih.ac.id (Yohanes Kurniawan, S. Kom.) Mon, 30 Mar 2026 02:18:02 +0000 OJS 3.1.2.4 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 Hubungan Antara Pengetahuan dan Perilaku Siswi Membuang Sampah Pembalut di SMP Negeri 216 Jakarta http://ejournal.stikespantirapih.ac.id/index.php/jurkes/article/view/383 <p><strong>Latar Belakang</strong> : Di Indonesia, jenis pembalut yang paling populer saat ini adalah pembalut komersial atau pembalut sekali pakai, yang tersedia secara luas di supermarket. Pembuangan sampah pembalut sekali pakai masih digabungkan dengan sampah lainya. Sampah pembalut yang tidak dibuang dengan benar dapat mencemari lingkungan dan kesehatan manusia.</p> <p><strong>Tujuan</strong> : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan perilaku siswi membuang sampah pembalut di SMP Negeri 216 Jakarta Pusat.</p> <p><strong>Metode</strong> : Jenis penelitian ini kuantitatif dengan desain cross sectional. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara <em>total sampling</em>. Responden 160 yang memenuhi kriteria inklusi. Instrumen penelitian kuesioner digunakan untuk mengetahui pengetahuan dan perilaku siswi membuang sampah pembalut. Analisis data menggunakan <em>chi-Square</em>.</p> <p><strong>Hasil </strong>: Hasil penelitian ini menunjukan persentase terbesar siswi SMPN mempunyai pengetahuan yang tinggi tentang sampah pembalut (38,8%) dan perilaku membuang sampah pembalut kategori baik (65,6%). Ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan dan perilaku siswi membuang sampah pembalut (p value = 0,015).</p> <p><strong>Simpulan </strong>: Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi pengetahuan siswi tentang cara yang benar membuang sampah pembalut, semakin baik juga perilaku mereka dalam melakukannya. Penelitian ini menyarankan perlunya peningkatan edukasi mengenai pembuangan sampah pembalut di kalangan siswi untuk meningkatkan perilaku yang lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan.</p> <p><strong>Kata Kunci : </strong>Pengatahuan, Perilaku, Pembuangan Sampah Pembalut</p> Maria Viana Nuwa, Enna Rossalina S Copyright (c) 2026 I Care Jurnal Keperawatan STIKes Panti Rapih http://ejournal.stikespantirapih.ac.id/index.php/jurkes/article/view/383 Thu, 26 Mar 2026 00:00:00 +0000 Analisis Praktik Keperawatan Dengan Intervensi Stimulasi Oral Terhadap Peningkatan Berat Badan BBLR http://ejournal.stikespantirapih.ac.id/index.php/jurkes/article/view/396 <div class="flex flex-col text-sm pb-25"> <article class="text-token-text-primary w-full focus:outline-none [--shadow-height:45px] has-data-writing-block:pointer-events-none has-data-writing-block:-mt-(--shadow-height) has-data-writing-block:pt-(--shadow-height) [&amp;:has([data-writing-block])&gt;*]:pointer-events-auto scroll-mt-[calc(var(--header-height)+min(200px,max(70px,20svh)))]" dir="auto" tabindex="-1" data-turn-id="request-WEB:48a2cd81-6a88-46b0-a0b8-e1f3493a5e67-1" data-testid="conversation-turn-4" data-scroll-anchor="true" data-turn="assistant"> <div class="text-base my-auto mx-auto pb-10 [--thread-content-margin:--spacing(4)] @w-sm/main:[--thread-content-margin:--spacing(6)] @w-lg/main:[--thread-content-margin:--spacing(16)] px-(--thread-content-margin)"> <div class="[--thread-content-max-width:40rem] @w-lg/main:[--thread-content-max-width:48rem] mx-auto max-w-(--thread-content-max-width) flex-1 group/turn-messages focus-visible:outline-hidden relative flex w-full min-w-0 flex-col agent-turn" tabindex="-1"> <div class="flex max-w-full flex-col grow"> <div class="min-h-8 text-message relative flex w-full flex-col items-end gap-2 text-start break-words whitespace-normal [.text-message+&amp;]:mt-1" dir="auto" data-message-author-role="assistant" data-message-id="a5a99cfb-43b4-4992-af32-2bf11395ba2e" data-message-model-slug="gpt-5-2"> <div class="flex w-full flex-col gap-1 empty:hidden first:pt-[1px]"> <div class="markdown prose dark:prose-invert w-full wrap-break-word light markdown-new-styling"> <p><strong>Latar Belakang:</strong> Bayi BBLR memiliki sistem fisiologis yang belum matang, termasuk fungsi oral-motor, sehingga berisiko tinggi mengalami masalah menyusui tidak efektif. Kondisi ini dapat menyebabkan asupan nutrisi yang tidak adekuat, keterlambatan peningkatan berat badan, serta memperpanjang lama perawatan. Permasalahan tersebut memerlukan intervensi keperawatan yang bersifat non-farmakologis, aman, dan dapat diterapkan secara berkelanjutan untuk mendukung kemampuan menyusu dan pertumbuhan bayi.</p> <p><strong>Tujuan:</strong> Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan stimulasi oral pada bayi BBLR dengan masalah menyusui tidak efektif di ruang NICU serta mengevaluasi dampaknya terhadap peningkatan berat badan dan kematangan refleks menyusu.</p> <p><strong>Metode:</strong> Metode yang digunakan adalah analisis kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan komprehensif yang meliputi pengkajian, penetapan diagnosis keperawatan, perencanaan, implementasi, dan evaluasi. Subjek adalah bayi BBLR yang dirawat di ruang NICU RSUD Inche Abdoel Moeis dengan diagnosis menyusui tidak efektif. Intervensi berupa stimulasi oral diberikan secara terstruktur sesuai standar operasional prosedur rumah sakit selama periode perawatan. Evaluasi dilakukan berdasarkan perubahan berat badan serta respons refleks oral-motor bayi.</p> <p><strong>Hasil:</strong> Hasil evaluasi menunjukkan bahwa pemberian stimulasi oral secara rutin memberikan dampak positif terhadap kondisi bayi. Terjadi peningkatan berat badan meskipun belum sepenuhnya mencapai target optimal sesuai usia gestasi. Selain itu, ditemukan perbaikan refleks hisap dan refleks rooting sebagai luaran tambahan yang diamati secara objektif selama proses evaluasi keperawatan. Respons ini menunjukkan adanya adaptasi fisiologis bayi terhadap intervensi stimulasi oral yang diberikan.</p> <p><strong>Simpulan:</strong> Penerapan stimulasi oral pada bayi BBLR dengan masalah menyusui tidak efektif menunjukkan hasil yang positif dalam mendukung peningkatan berat badan dan kematangan refleks menyusu. Stimulasi oral dapat direkomendasikan sebagai bagian dari intervensi keperawatan di ruang NICU untuk membantu proses menyusu dan menunjang pertumbuhan bayi secara optimal. Perawat diharapkan dapat mendampingi dan menerapkan intervensi ini secara konsisten sebagai bagian dari asuhan keperawatan neonatal.</p> <p><strong>Kata kunci:</strong> Bayi Berat Lahir Rendah, Stimulasi Oral, Peningkatan Berat Badan</p> </div> </div> </div> </div> </div> </div> </article> </div> Tiara, Nur Fithriyanti Imamah, Fatma Zulaikha, Ni Wayan Wiwin Asthiningsih Copyright (c) 2026 I Care Jurnal Keperawatan STIKes Panti Rapih http://ejournal.stikespantirapih.ac.id/index.php/jurkes/article/view/396 Tue, 31 Mar 2026 01:43:45 +0000 Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Pelaksanaan Komunikasi Terapeutik Perawat di Poliklinik RS X Jakarta http://ejournal.stikespantirapih.ac.id/index.php/jurkes/article/view/401 <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p><strong>Latar belakang :</strong> Komunikasi terapeutik merupakan kompetensi fundamental dalam pelayanan keperawatan yang berpengaruh terhadap kepuasan pasien. Data menunjukkan tingkat kepuasan pasien rawat jalan RS X Jakarta berkisar 75-87% dengan keluhan utama terkait komunikasi perawat yang kurang informatif.</p> <p><strong>Tujuan :</strong> Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan pelaksanaan komunikasi terapeutik perawat di Poliklinik RS X Jakarta.</p> <p><strong>Metode :</strong> Metode yang digunakan adalah berupa penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional melibatkan 53 perawat poliklinik yang dipilih melalui total sampling. Instrumen penelitian terdiri dari kuesioner karakteristik demografi, pengetahuan, persepsi, kecerdasan emosi, dan lembar observasi pelaksanaan komunikasi terapeutik. Analisis data menggunakan uji Kendall tau b dan Kendall tau c dengan tingkat kemaknaan α=0,05.</p> <p><strong>Hasil :</strong> Dari penelitian ini dihasilkan bahwa mayoritas responden berpendidikan S1/Ners (56,6%), masa kerja kurang dari 5 tahun (54,7%), memiliki pengetahuan baik (66%), persepsi positif (64,2%), dan kecerdasan emosi baik (66%). Pelaksanaan komunikasi terapeutik berada pada kategori cukup (81,1%). Terdapat hubungan signifikan antara lama kerja (p=0,002) dan pengetahuan (p=0,026) dengan pelaksanaan komunikasi terapeutik, sedangkan pendidikan (p=0,108), persepsi (p=0,573), dan kecerdasan emosi (p=1,000) tidak menunjukkan hubungan bermakna. <br><strong>Simpulan :</strong> lama kerja dan pengetahuan merupakan faktor yang berhubungan signifikan dengan pelaksanaan komunikasi terapeutik. Diperlukan pengembangan Standar Operasional Prosedur, penguatan program pelatihan, dan sistem monitoring berkelanjutan untuk mengoptimalkan pelaksanaan komunikasi terapeutik perawat.</p> <p><strong>Kata Kunci:</strong> komunikasi terapeutik, pengetahuan perawat, lama kerja, poliklinik, kepuasan pasien</p> Stefanus Ides, Tri Yulia Fajarwati Copyright (c) 2026 I Care Jurnal Keperawatan STIKes Panti Rapih http://ejournal.stikespantirapih.ac.id/index.php/jurkes/article/view/401 Tue, 31 Mar 2026 02:57:59 +0000