Pengaruh Kegiatan Rekreatif Senam Lansia Terhadap Peningkatan Kemampuan Fungsi Kognitif Pada Lansia dengan Demensia di Graha Werdha Aussi Kusuma Lestari Depok
Abstract
Lansia merupakan proses degeneratif pada seseorang yang berusia 60 tahun keatas. Proses degeneratif pada lansia salah satunya adalah penurunan fungsi kognitif. Penurunan fungsi kognitif baik memori jangka pendek maupun jangka panjang dapat membuat lansia terganggu dalam melakukan aktivitas sehari – hari. Senam lansia merupakan intervensi untuk memperlambat proses penurunan fungsi kognitif dan meningkatkan kebugaran fisik lansia. Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan peneliti di Graha Werdha Aussi Kusuma Lestari Cinere-Depok, terdapat 18 lansia dengan tanda penurunan fungsi kognitif, seperti salah masuk kamar / masuk kamar orang lain, lupa hari, tanggal, bulan bahkan lupa nama saudara sendiri. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh senam lansia terhadap peningkatan kemampuan kognitif lansia di Graha Werdha Aussi Kusuma Lestari Cinere-Depok. Metode penelitan ini menggunakan metode purposive sampling 32 lansia dari total populasi 46 lansia. Penelitian ini menggunakan instrument Mini Metal State Exam (MMSE) sebagai skrining dalam mengukur fungsi kognitif lansia. pengukuran skor MMSE, didapatkan hasil nilai normal 14 orang (43,8%), ringan 8 orang (25,0%), berat 10 orang (31,3%) dari total sample 32 orang. Setelah dilakukan intervensi senam, didapatkan hasil: normal 22 orang (68,8%), ringan 7 orang (21,9%) dan berat 3 orang (9,4%). Berdasarkan uji non parametrik Wilcoxon didapatkan hasil nilai p<0,000 yang berarti terdapat pengaruh senam lansia terhadap peningkatan fungsi kognitif lansia di Graha Werdha Aussi Kusuma Lestari Cinere-Depok.
Kata kunci: lansia, fungsi kognitif, senam lansia.






