Hubungan Efektivitas Metode Hybrid Learning dengan Perilaku I-Care Mahasiswa STIKes Panti Rapih Yogyakarta
Abstract
Latar belakang: Teknologi dan jaringan internet telah menjadi bagian dari sistem pendidikan formal dan informal di masa sekarang dan masa depan. Teknologi dan jaringan internet diperlukan di masa pandemi Covid-19 karena lembaga pendidikan di seluruh dunia membatasi proses belajar mengajar dengan membagi dengan dua cara yaitu online dan offline (hybrid learning), terutama universitas atau perguruan tinggi. Urgensi dalam penelitian ini terletak pada penerapan metode pembelajaran hybrid yang menggabungkan pembelajaran online (melalui media seperti Zoom) dan offline (di dalam kelas). Hybrid learning merupakan model pembelajaran yang mengintegrasikan inovasi dan kemajuan teknologi melalui sistem pembelajaran online dengan interaksi dan partisipasi model pembelajaran tradisional.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara metode hybrid learning dengan perilaku I-CARE mahasiswa STIKes Panti Rapih Yogyakarta.
Metode: Desain penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode penelitian deskriptif korelasi dan cross sectional. Penelitian ini dilakukan di Kampus 2 STIKes Panti Rapih Yogyakarta dan dilaksanakan pada tanggal 30 Juli sampai 4 Agustus 2024. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling berjumlah 100 responden yang memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi. Instrumen yang digunakan dalam penelitian adalah kuesioner hybrid learning dan I-CARE.
Hasil: Hasil penelitian didapatkan bahwa karakteristik responden mendapatkan hasil persentase paling tinggi pada pada kategori usia 19 tahun sebanyak 38 orang (56,7%), pada kategori jenis kelamin perempuan sebanyak 60 orang (89,6%) dan pada kategori prodi Sarjana Keperawatan sejumlah 48 orang (71,6%). Sedangkan gambaran efektifitas metode hybrid learning mendapatkan hasil persentase paling tinggi pada kategori efektif sebanyak 34 responden (50,7%) dan gambaran perilaku I-CARE mendapatkan hasil persentase tertinggi pada kategori sangat baik sebanyak 32 responden (47,8%). Hasil uji Somer’d diperoleh p-value 0,614 (p-value > 0.05) maka tidak terdapat hubungan yang signifikan antara efektivitas metode hybrid learning dengan perilaku I-CARE mahasiswa STIKes Panti Rapih Yogyakarta.
Kata kunci: efektivitas, hybrid learning, ICARE, mahasiswa, perilaku






