Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Pelaksanaan Komunikasi Terapeutik Perawat di Poliklinik RS X Jakarta
Abstract
ABSTRAK
Latar belakang : Komunikasi terapeutik merupakan kompetensi fundamental dalam pelayanan keperawatan yang berpengaruh terhadap kepuasan pasien. Data menunjukkan tingkat kepuasan pasien rawat jalan RS X Jakarta berkisar 75-87% dengan keluhan utama terkait komunikasi perawat yang kurang informatif.
Tujuan : Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan pelaksanaan komunikasi terapeutik perawat di Poliklinik RS X Jakarta.
Metode : Metode yang digunakan adalah berupa penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional melibatkan 53 perawat poliklinik yang dipilih melalui total sampling. Instrumen penelitian terdiri dari kuesioner karakteristik demografi, pengetahuan, persepsi, kecerdasan emosi, dan lembar observasi pelaksanaan komunikasi terapeutik. Analisis data menggunakan uji Kendall tau b dan Kendall tau c dengan tingkat kemaknaan α=0,05.
Hasil : Dari penelitian ini dihasilkan bahwa mayoritas responden berpendidikan S1/Ners (56,6%), masa kerja kurang dari 5 tahun (54,7%), memiliki pengetahuan baik (66%), persepsi positif (64,2%), dan kecerdasan emosi baik (66%). Pelaksanaan komunikasi terapeutik berada pada kategori cukup (81,1%). Terdapat hubungan signifikan antara lama kerja (p=0,002) dan pengetahuan (p=0,026) dengan pelaksanaan komunikasi terapeutik, sedangkan pendidikan (p=0,108), persepsi (p=0,573), dan kecerdasan emosi (p=1,000) tidak menunjukkan hubungan bermakna.
Simpulan : lama kerja dan pengetahuan merupakan faktor yang berhubungan signifikan dengan pelaksanaan komunikasi terapeutik. Diperlukan pengembangan Standar Operasional Prosedur, penguatan program pelatihan, dan sistem monitoring berkelanjutan untuk mengoptimalkan pelaksanaan komunikasi terapeutik perawat.
Kata Kunci: komunikasi terapeutik, pengetahuan perawat, lama kerja, poliklinik, kepuasan pasien






