Penerapan Teknik Relaksasi Napas Dalam Terhadap Penurunan Kecemasan Pada Pasien Hemodialisa: Case Study
Abstrak
ABSTRAK
Pasien dengan Gagal Ginjal Kronis (GGK) stadium akhir yang menjalani terapi hemodialisis sering mengalami kecemasan akibat kondisi penyakit yang kompleks dan ketergantungan pada terapi. Kecemasan yang tidak terkelola dengan baik dapat berdampak negatif terhadap kualitas hidup pasien. Teknik relaksasi napas dalam telah banyak diteliti sebagai metode non-farmakologis yang dapat membantu mengurangi kecemasan.
Metode: Metode yang digunakan adalah obsevasional sebelum dan sesudah dengan melakukan intervensi yaitu teknik relaksasi nafas. Subjek penelitian adalah pasien GGK stadium V yang menjalani hemodialisis. Tingkat kecemasan diukur menggunakan Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) sebelum dan sesudah intervensi relaksasi napas dalam selama dua hari berturut-turut.
Hasil: Pada kedua pasien yang mengikuti program ini, penurunan kecemasan dapat diamati baik secara subjektif maupun objektif. Kecemasan awal yang mereka rasakan, yang biasanya diukur dengan menggunakan alat skala kecemasan seperti HARS (Hamilton Anxiety Rating Scale), menunjukkan penurunan yang signifikan setelah penerapan teknik relaksasi napas dalam.
Kesimpulan: Teknik relaksasi napas dalam efektif menurunkan kecemasan pasien hemodialisa.
Saran: Teknik relaksasi napas dalam efektif menurunkan kecemasan pasien hemodialisa, terutama jika dikombinasikan dengan terapi lain. Penerapannya ideal sebelum, saat, dan setelah prosedur. Faktor penting yang perlu diperhatikan adalah kondisi medis pasien, konsistensi latihan, serta dukungan keluarga dan tenaga kesehatan untuk hasil optimal.
Kata Kunci : hemodialisa, kecemasan, relaksasi napas dalam






