Beban Kerja Berhubungan Dengan Tingkat Kecemasan Perawat di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Panti Rahayu Gunungkidul
Abstrak
ABSTRAK
Latar belakang: Perawat merupakan tenaga kesehatan yang berperan penting dalam memberikan pelayanan kepada pasien secara langsung, khususnya di ruang rawat inap. Tuntutan pekerjaan yang tinggi sering kali menimbulkan beban kerja berlebih yang berdampak pada kondisi psikologis, termasuk kecemasan.
Tujuan: mengetahui hubungan antara beban kerja dengan tingkat kecemasan perawat di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Panti Rahayu Gunungkidul.
Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelasional dengan pendekatan kuantitatif. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik nonprobability sampling dengan metode purposive sampling, dengan jumlah responden sebanyak 44 perawat pelaksana. Data dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman.
Hasil: menunjukkan bahwa sebagian besar (86,4%) perawat mengalami beban kerja berat, serta sebagian besar responden (61,4%) berada dalam kategori kecemasan berat. Hasil uji korelasi menunjukkan nilai p-value sebesar 0,001 dan koefisien korelasi 0,479, yang berarti terdapat hubungan yang signifikan dan positif antara beban kerja dan kecemasan perawat, dengan kekuatan korelasi lemah.
Kesimpulan: semakin tinggi beban kerja yang dirasakan perawat, maka semakin tinggi pula tingkat kecemasan yang dialami.
Kata kunci: Beban kerja, kecemasan, perawat, ZSAS






